Rabu, 02 Des 2020, WIB
Jumat, 14 Okt 2020, 19:51:32 WIB
Administrator, Kategori : Seputar PKK, 180 View

 

Enrekang. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel), Hj Liestiaty F Nurdin membuka secara resmi Pelatihan Pengolahan Saos Tomat dan Bon Cabe di Kabupaten Enrekang pada Rabu (14/10/20). Pelatihan itu berlangsung selama 3 hari sejak 13 Oktober hingga 15 Oktober 2020.

Sebanyak 31 orang peserta pelatihan diajarkan cara mengolah tomat dan cabe menjadi saos tomat dan juga bon cabe. Liestiaty F Nurdin mengatakan bahwa pihaknya berencana mensinergikan hasil produk dengan perusahaan nasional untuk diasarkan ataupun sebagai supplier.

"Mudah-mudahan kalau sudah bagus pak Bupati, bisa diterima perusahaan ABC dan Delmonte. Kami berharap akan jadi besar, jadi bukan asal pelatihan", tegas Lies.

Ditambahkan untuk obyek pelatihan, PKK SulSel dan Dinas Perindustrian SulSel menggandeng PKK Enrekang, sengaja memilih tomat dan cabe karena daerah berjuluk Massenrempulu itu punya banyak kedua komoditi dimaksud. Banyak dijumpai Lies bersama sang suami, HM Nurdin Abdullah yang kini menjabat Gubernur SulSel sejak suksesi Pilgub SulSel sekitar tahun 2017 hingga 2018.

"Kami di sini hadir dalam rangka komitmen dan tanggung jawab kami mengadakan pelatihan yaitu membuat saos tomat atau pasta. Terus terang menjadi janji politik kami, waktu Pilgub bersama Bapak (Red Gubernur SulSel) keliling Enrekang, kami melihat banyak tomat dan harapan Bapak bisa menjadi home industry", ungkapnya.

Memenuhi optimisme itu, Lies berkolaborasi Dinas Perindustrian SulSel mendatangkan Pengajar dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar yakni Mariati. Dia menegaskan bahwa mereka yang dilatih harus benar-benar keluar pelatihan dengan hasil berkualitas tinggi.

"Kalau dirasa masih belum maksimal, Ibu Bupati silakan panggil kembali Ibu Mariati, dicatat nomornya. Seperti pak Bupati katakan, kita tidak mau menjual dalam bentuk cabe dan tomat saja, cabe dalam bentuk bubuk atau bon cabe dan juga tomat menjadi pasta supaya harganya bisa lebih tinggi", tuturnya.

Dengan pelatihan itu, dirinya berharap bisa menjawab sekaligus menjadi salah satu solusi terhadap peningkatan perekonomian di Enrekang dan SulSel secara umum. Lies mendapat informasi jika di masa lalu banyak sekali tomat tapi dibuang begitu saja karena pas panen harganya turun drastis.

"Jadi memang kami bersama PKK Provinsi Sulawesi Selatan dan Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan sejak tahun lalu membuat pelatihan untuk seluruh Kabupaten/Kota, ada kami ajarkan", kunci Lies.

Tiap daerah diberikan pelatihan berbeda. Sejalan dengan anjuran Presiden Republik Indonesi, Joko Widodo agar setiap daerah satu saja unggulanya, namun tapi benar-benar berkualitas.

Sebut saja kata Lies, untuk Parepare mendapat pelatihan kerajinan kerang-kerangan. Sementara Enrekang fokus pada produk berbahan dasar tomat dan cabe.

Di sela-sela pelatihan, Ketua PKK SulSel menyerahkan bantuan berupa prototype alat atau mesin power hammer untuk menempa besi serta alat roasting coffee dan disk mill kepada Pelaku UMKM. Dan kepada peserta pelatihan, Lies menyerahkan bingkisan goodybag. (*)



Rabu, 13 Okt 2020, 19:51:32 WIB Oleh : Administrator 251 View
Pelaku UMKM Parepare Bakal Melenggang ke Dubai
Rabu, 13 Okt 2020, 19:51:32 WIB Oleh : Administrator 361 View
Ketua PKK SulSel Tinjau PPSLU Parepare: Kita Kasi Lift, Pekerjakan Ahli Gizi
Rabu, 13 Okt 2020, 19:51:32 WIB Oleh : Administrator 123 View
Breaking News: Didampingi 19 Orang, Liestiaty F Nurdin Menuju Parepare



Ada 4 Komentar
Tuliskan Komentar


Video PKK SulSel Bertandang dan Melatih Masyarakat Pulau Lae-lae Kamis, 23 Sep 2020 - Dilihat 339 Kali